Selasa, 08 Mei 2012

Layanan Orientasi


   Pengertian layanan orientasi adalah suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru terutama lingkungan sekolah. Pelayanan orientasi biasanyadilaksanakan pada awal program pelajaran baru yang mencakup organisasi sekolah, staf dan guru, kurikulum, program BK, Program ekstrakulikuler, fasilitas atau sarana pra sarana dan tata tertib sekolah.
            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian layanan orientasi adalah:
a)      Program orientasi yang efektif mempercepat proses adapatasi, dan memberikan kemudahan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
b)      Murid-murid yang mengalami masalah penyesuaian ternyata kurang berhasil disekolah.
c)      Anak-anak dari lelas sosial ekonomi yang rendah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri, dari pada anaak-anak dari kelas sosial ekonomi yang lebih tinggi.
Ada baiknya layanan orientasi juga diberkan kepada orang tua siswa juga,hal ini dikarenakan pemahaman orang tua terhadap berbagai materi orientasi akan membantu mereka dalam memberikan kemudahan dan pelayanan kepada anak-anaknya untuk dapat mengikuti pendidikan di sekolah dengan sebain-baiknya.
Makna dan Tujuan Layanan Orientasi
          Hasil yang diharapkan melalui pemberian layanan orientasi adalah mempermudah siswa dalam menyesuaikan diri terhadap pola kehidupan sosial kegiatan belajar, dan kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siswa. Demikian juga orang tua siswa dengan memahami kondisi, situasi dan ketentuan sekolah anaknya akan dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan anaknya.
Tujuan Layanan Orientasi
Pada bidang bimbingan ini layanan orientasi berperan dalam pemberian pengenalan diantaranya:
a)      Memberikan kemudahan penyesuaian diri siswa terhadap pola kehidupan sosial
b)      Penyesuaian kehidupan belajar serta kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siawa.
c)      Memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai kondisisituasi dan tuntutan sekolah anaknya agar dapat memberikan dukungan yang diperlukan bagi keberhasilan belajar anaknya.
Materi Umum Layanan Orientasi
Materi yang dapat  diangkat melalui layanan orientasi ada berbagai macam yaitu meliputi:
a)      Orientasi umum sekolah yang baru dimasuki
b)      Orientasi kelas baru dan semester baru
c)      Orientasi kelas terakhir dan semester terakhir, UAN dan ijazah
Materi layanan Orientasi dalam Bidang-Bidang Bimbingan
a)      Layanan orientasi dalam bimbingan pribadi meliputi :
1.      Fasilitas penunjang ibadah keagamaan (mushola, tempat ibadah dan sejenisnya) yang ada disekolah
2.      Acara keagamaanyang menunjang pengembangan kegiatan peribadatan (wiritremaja dan sejenisnya)
3.      Hak dan kewajiban siswa (termasuk pakaian seragam)
4.      Bentuk pelayanan BK dalam membantu siswa mengenal kemampuan, bakat, minat dan cita-citanya serta usaha mengatasi berbagai permasalahan pribadi yang ditemui (dirumah, sekolah, dan di masyarakat)
5.      Fasilitas pelayanan kesehatan
b)      Layanan Orientasi dalam bimbingan sosial meliputi:
1)      Suasana kehidupan dan tata krama tentang hubungan sosial di sekolah, baik dengan sesama teman, guru, wali kelas maupun staf sekolah lainnya.
2)      Peraturan dan tata tertib memasuki atau menggunakan kantor, kelas, perpustakaan, mushola, labolatorium dan fasilitas sekolah lainnya.
3)      Linkungan sosial masyarakat sekitar sekolah dengan berbagai bentuk tuntutan pergaulan dan kebiasaan masyarakatnya.
4)      Wadah yang ada di sekolah, yang dapat membantu dan meningkatkan serta mengembangkan hubungan sosial siswa seperti OSIS, Pramuka, UKS, PMR, Kesenian dan sejenisnya.
5)      Organisasi orang tua siswa dan guru.
6)      Adanya pelayanan bimbingan sosial bagi para siswa.
c)      Layanan orientasi dalam bimbingan belajar meliputi :
1)      Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar jadwal pelajaran, dan guru-guru setiap mata pelajaran.
2)      Linkungan dan fasilitas sekolah yang menunjang kegiatan dan belajar seperti riang kela, work shop, labolatorium, perpustakaan, ruang diskusi, ruang BK dan sebagainya.
3)      Kurikulum yaitu berkenaan dengan :
¨       Tujuan pendidikan sekolah
¨       Mata pelajaran dan program belajar
¨       Sistem dan pendekatan proses belajar mengajar
¨       Tugas-tugas(kegatan ekstrakulikuler)
¨       Sistem ujian, penilaiann, kenaikan kelas, UAN, ijazah
¨       Jenis dan sistem penetapan pilihan kegiatan ekstrakulikuler
¨       Pelayanan BK sebagai bagian dari kurikulum
4)      Suasan belajar di sekolah pada umumnya yang perlu dikembangkan.
5)      Kegiatan belajar yang dituntut dari siswa.
6)      Adanya pelayanan bimbingan belajar bagi para siswa.
d)      Layanan orientasi dalam bimbingan karir meliputi:
1)      Peranan BK serta pelacakan karir di sekolah.
2)      Pelaksanaan bimbingan karir untuk siswa sesuai dengan jenjang pendidikannya.
3)      Kegiatan yang diharapkan dari siswa dalam pelaksanaan bimbingan karir.
Funsi utama Bimbingan yang didukung oleh layanan orientasi adalah fungsi:
1)      FUNGSI PEMAHAMAN
Melalui layanan orientasi BK, fungsi pemahaman membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
2)      FUNSI PENCEGAHAN
Yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mmencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini yang berkaitan dengan layanan orientasi konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang tata cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya, diantaranya dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan sebanyak-banyaknya kepada konseli.
Beberapa masalah yang perlu di orientasikan kepada konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan di antaranya: bahaya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out dan pergaulan bebas (free sex)




Pelaksanaan Layanan Orientasi
          Layanan orientasi dapat diselenggarakan melalui berbagai cara seperti ceramah, tanya jawab, dan diskusi yang selanjutnya dilengkapi dengan peragaan, selebaran, tayangan foto, atau video atau peninjauan ketempat yang dimaksud(misalnya ruang kelas, labolatorium, perpustakaan dan lain-lain) meskipun materi orientasi dapat diberikan oleh guru pembimbing, kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, namun seliruh kegiatan itu direncanakan oleh guru pembimbing. Pemberian materi orientasi kepada sekelompok siswa atau orang tua siswa dalam bentuk:
1.      Pertemuan umum
Pada kegiatan ini di ikuti oleh sejumlah besar siswa, misalnya pada saat masa orientasi siswa dimana pada saat tersebut semua siswa diberikan materi-materi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang akan mempengaruhi proses belajar siswa.
2.      Pertemuan klasikal (diikuti oleh parasiswa dari kelas tertentu)
 Program yang di rancang konselor untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik di kelas. Dilakukan secara terjadwal, biasanya berupa diskusi kelas atau brain storming (curhat pendapat). Misalnya, seorang konselor yang memberikan pengenalan mengenai mata pelajaran di kelas IPS
3.      Pertemuan kelompok ( diikuti oleh sejumlah peserta yang terbatas).
Konselor memberikan layanan bimbingan kepada peserta didik melalui kelompok kecil (5-10 orang). Bimbingan ini ditujukan untuk merespon kebutuhan dan minat peserta didik. Topik yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini adalah masalah yang bersifat umum ( common problem) dan tidak rahasia.
Misalnya cara-cara belajar efektif, kiat- kiat menghadapi ujian dan mengelola setres.
Bentuk pertemuan tertentu yang dihadiri para siswa atau orang tua siswa disesuaikan jenis materi dan sifat orientasi yang disampaikan. Demikian juga pembicara, ada materi yang disampaikan pada guru pembimbing, kepala sekolah, wali kelas atau guru mata pelajaran. Dalam layanan orientasi personil sekolah berperan saling melengkapi, sehingga para siswa dan orang tua siswa memperoleh ganbaran yang lengkap dan satuan tentang satuan jenjang atau periode pendidikan yang baru mereka masuki.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar